AHY Dengan Tiga Kunci Kalahkan Kudeta Moeldoko

AHY Dengan Tiga Kunci Kalahkan Kudeta Moeldoko

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan sudah bisa bernafas lega sesudah 2-3 bulan berjibaku melawan gerakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, 5 Maret 2021. Dia menyinggung paling tidak terdapat tiga hal utama yang mengamankan Partai Demokrat dari usaha kudeta atau lebih tepatnya pembegalan oleh Jenderal (Purn) Moeldoko Cs dalam berita terkini di Indonesia.

AHY Dengan Strategi Jitu Mengalahkan Moeldoko

Pertama ialah kecepatan dalam mendapat Info akurat sehubungan rencana pembegalan melewati KLB, kemudian mengantisipasinya bareng dengan segenap pengurus pusat sampai cabang dan menjadi berita politik hari ini 2021. Kedua, keberanian guna mengutarakan Info selanjutnya ke publik walau yang dihadapi ialah figur elit di lingkar kekuasaan. Ketiga ialah kekompakan dan soliditas segenap jajaran pengurus sebab terasa memiliki musuh bersama.

AHY Dengan Tiga Kunci Kalahkan Kudeta Moeldoko

Semula AHY mengakui pihaknya sempat membubuhkan prasangka bahwa pemerintah bakal berpihak untuk mereka yang melangsungkan KLB. Selain terdapat keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, dalam perjalanan politik di Indonesia KLB dari beragam macam partai politik tersebut umumnya diabsahkan pemerintah. Tapi rupanya pemerintah kali ini berbeda. Melalui Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly, pemerintah terhadap 31 Maret kemudian secara formal menolak kepengurusan Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang. Artinya, peristiwa itu ditetapkan ilegal, inkonstitusional, bareng dengan semua produknya melalui sebuah berita politik hari ini yang update.

Saat disinggung dapat saja kerjakan silaturahmi bareng dengan lawan-lawan politiknya, layaknya Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan mantan Ketua DPR Marzuki Alie, dia menunjukkan terhadap prinsipnya terhubung ruang silaturahmi dan pintu maaf.

“Ya saya melulu menyatakan memang ruang guna bersilaturahim dan bertatap muka tersebut selamanya ada. Namun terhadap bahwasannya waktu ini mereka terasa tidak salah, tidak pernah melakukan suatu urusan yang menyakiti hati kader Partai Demokrat,” tutur laki laki kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 itu. Dengan kata lain, AHY melulu akan mau silaturahmi andai Moeldoko cs bercita-cita maaf khususnya dahulu

Pada unsur lain di situasi politik hari ini, Master alumni Universitas Teknologi Nanyang, Singapura dan Universitas Harvard, Amerika Serikat tersebut termasuk menjawab bareng dengan lugas sebanyak tuduhan yang pernah dialamatkan lawan-lawan politiknya. Benarkah dia tidak melibatkan semua senior dan pendiri Partai Demokrat dalam kepengurusannya? Atau kerap memberi beban pada pengurus area bareng dengan beragam pungutan, sampai bermain mata bareng dengan kalangan eksklusif yang diragukan loyalitasnya untuk ideologi Pancasila?

Akankah AHY manfaatkan peristiwa Idul Fitri beberapa hari ke depan guna berkomunikasi dan bersilaturahmi bareng dengan semua pelaku KLB Deli Serdang, layaknya Moeldoko dan Marzuki Alie? Maka ada baiknya kalian membaca sebuah artikel tentang politik terbaru disini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *